BGTK NTB – Mataram, 27 September 2026 — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTB menyelenggarakan Pelatihan STEM bagi Pendidik Jenjang SMA/SMK Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Wisma BGTK NTB, Jalan Gajah Mada No. 173, Jempong Baru, Sekarbela, Kota Mataram, ini menjadi bagian dari upaya BGTK NTB dalam memperkuat kompetensi pendidik dalam merancang pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan dekat dengan persoalan nyata.
Rangkaian kegiatan secara luring dibuka pada 27 September 2026 oleh Kepala BGTK Provinsi NTB, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si. Pembukaan tersebut menandai dimulainya tahap In-Service Learning 1 (IN-1), yang menjadi bagian dari rangkaian penguatan kompetensi pendidik melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Pelatihan diikuti oleh 36 pendidik SMA/SMK dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi NTB, meliputi Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Dompu, Kota Bima, dan Kabupaten Bima.
Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami konsep dan karakteristik pembelajaran STEM serta mengembangkan kemampuan untuk mengintegrasikan unsur sains, teknologi, engineering, dan matematika dalam proses pembelajaran. Pendekatan tersebut mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menggunakan pengetahuan dan keterampilannya dalam memecahkan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian Pelatihan STEM Tahun 2026 dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari orientasi teknis LMS secara daring pada 18 September 2026, pembelajaran tatap muka daring pada 23–24 September 2026, hingga pembelajaran tatap muka luring pada 27–30 September 2026 di Wisma BGTK NTB.
Dalam pembelajaran luring, peserta mendapatkan materi dan pengalaman belajar yang mencakup penguatan kebijakan dan program pengembangan kompetensi pendidik terkait STEM, konsep dan karakteristik pembelajaran STEM, hingga praktik pengembangan pembelajaran. Peserta juga difasilitasi melalui kegiatan peer teaching, refleksi, evaluasi, dan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL).
Pembelajaran STEM dalam pelatihan ini diarahkan pada pengalaman belajar yang murah, mudah, menggembirakan, mindful, dan meaningful, sehingga dapat diterapkan secara kontekstual sesuai dengan kondisi dan sumber daya yang tersedia di satuan pendidikan.
Selain memperkuat kompetensi individu, pelatihan ini juga diharapkan menjadi ruang untuk membangun jejaring antarpeserta. Pendidik dari berbagai wilayah NTB dapat saling berbagi pengalaman, praktik baik, dan inovasi pembelajaran yang dapat dikembangkan di sekolah masing-masing.
Melalui Pelatihan STEM Tahun 2026, BGTK NTB mendorong agar pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam pembelajaran di satuan pendidikan. Peserta diharapkan mampu menyusun dan melaksanakan tindak lanjut pembelajaran STEM serta membangun kolaborasi melalui komunitas praktisi.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah BGTK NTB dalam mendukung pengembangan kompetensi pendidik dan menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan penguatan kapasitas pendidik, pembelajaran STEM diharapkan dapat turut mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan pemecahan masalah peserta didik di Nusa Tenggara Barat.
