BGTK NTB – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (BGTK NTB) melaksanakan In Service 2 Luring Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI) Tahun 2026 di Wisma Disiplin BGTK NTB (24-26 September 2026). Kegiatan dihadiri kepala BGTK NTB, kasubbag Umum BGTK NTB, fasilitator, seluruh panitia dan tentunya para peserta kegiatan. Sebagaimana rundown kegiatan yang telah disusun dijalankan seefektif mungkin baik proses pembelajaran maupun agenda pembukaan.

Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan bersama lagu indonesia raya, do’a dan pembacaan Maklumat Penerapan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) oleh Teduh Alam Sasmita mewakili BGTK Provinsi NTB. Selanjutnya ketua panitia, Sukirman dalam laporannya menyampaikan bahwa Program PKGSD MBI diikuti 99 peserta, terdiri atas 48 guru dari Kota Mataram, 25 guru dari Kabupaten Lombok Barat, dan 26 guru dari Kabupaten Lombok Tengah. Pada In Service 2, sebanyak 92 peserta dapat hadir, sementara peserta lainnya berhalangan hadir dengan beberapa keterangan karena sakit, merawat orang tua yang sakit, serta terdapat peserta yang telah lama tidak aktif mengikuti pembelajaran. Selama pelatihan, peserta juga diajak untuk terus menerapkan dan menginternalisasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) dalam setiap agenda kegiatan.

Kepala BGTK Provinsi NTB, Wirman Kasmayadi, kemudian menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Ia menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan menegaskan pentingnya peran mereka sebagai pelopor pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar, seiring Bahasa Inggris yang akan menjadi mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028. Ia juga mengajak para guru untuk tidak berhenti belajar: terus mengasah kemampuan, merawat ilmu, dan aktif mencari pengetahuan baru. Sebab, ilmu yang terus ditekuni tidak hanya akan memperkuat kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat membuka kesempatan dan pengalaman yang jauh lebih luas.

Sebelum rangkaian pembukaan, peserta telah mengikuti beberapa agenda pembelajaran sebagai upaya mengefektifkan waktu tanpa mengurangi substansi kegiatan. Dari 92 guru yang hadir, satu semangat yang dibangun: terus belajar, terus berkembang, dan menjadi pelopor pembelajaran Bahasa Inggris yang bermakna bagi anak-anak Indonesia.