BGTK NTB – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan dilaksanakan pada April 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari sistem evaluasi pendidikan nasional yang bertujuan memetakan capaian akademik siswa secara komprehensif dan berkelanjutan, tanpa menjadikan hasil tes sebagai penentu kelulusan.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa TKA tidak dimaksudkan untuk menggantikan ujian sekolah maupun menjadi alat seleksi kelulusan. Sebaliknya, asesmen ini dirancang sebagai instrumen diagnostik untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kemampuan dasar literasi dan numerasi peserta didik di berbagai daerah.

Berdasarkan jadwal resmi, pendaftaran peserta TKA dibuka mulai 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Selanjutnya, sekolah akan mengikuti tahapan gladi bersih pada 9-17 Maret 2026 sebagai bagian dari persiapan teknis pelaksanaan. TKA SMP dijadwalkan berlangsung pada 6-16 April 2026, sedangkan TKA SD akan dilaksanakan pada 20-30 April 2026. Bagi sekolah atau peserta yang berhalangan, Kemendikdasmen juga menyediakan TKA susulan pada 11-17 Mei 2026.

Hasil pelaksanaan TKA akan melalui tahapan pengolahan data secara nasional pada 18-23 Mei 2026, sebelum akhirnya diumumkan pada 24 Mei 2026. Data tersebut akan menjadi rujukan penting bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan pendidikan berbasis bukti.

Kemendikdasmen menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Dengan demikian, sekolah dan guru diharapkan dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih adaptif sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus memperkuat intervensi pada aspek yang masih lemah.

Selain itu, asesmen ini juga diharapkan dapat mengurangi praktik pembelajaran yang berorientasi pada ujian semata. Melalui TKA, fokus pendidikan diarahkan pada penguasaan kompetensi dasar dan peningkatan kualitas pembelajaran jangka panjang, bukan sekadar capaian nilai.

Dalam rangka mendukung kesiapan sekolah dan peserta didik, Kemendikdasmen menyediakan berbagai sumber belajar dan contoh soal yang dapat diakses melalui platform resmi kementerian. Langkah ini diharapkan membantu siswa mengenal bentuk dan karakter soal, sekaligus meminimalkan kecemasan dalam menghadapi asesmen.

Kemendikdasmen juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mendampingi anak selama proses persiapan, dengan menekankan pentingnya suasana belajar yang kondusif tanpa tekanan berlebihan. Dukungan yang proporsional dinilai penting agar asesmen berjalan optimal dan menghasilkan data yang valid.

Melalui pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026, pemerintah berharap dapat memperkuat sistem evaluasi pendidikan nasional yang lebih akurat, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia.