BGTK NTB – Sumbawa – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada 16–18 Juli 2026. Selama tiga hari, Menteri meninjau pelaksanaan berbagai program prioritas pendidikan sekaligus berdialog dengan para pemangku kepentingan pendidikan sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Beragam agenda strategis menjadi bagian dari kunjungan tersebut, mulai dari Sarasehan Pendidikan bersama kepala sekolah, guru, dan pengawas, peninjauan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pemantauan program revitalisasi satuan pendidikan, peletakan batu pertama pembangunan sekolah, hingga menghadiri puncak Tasyakur Milad Satu Dasawarsa Pesantren Modern Internasional Dea Malela. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam memastikan setiap program prioritas pendidikan hadir dan dirasakan manfaatnya hingga ke daerah.
Kehadiran Mendikdasmen di Kabupaten Sumbawa menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun pendidikan yang semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Menteri Abdul Mu’ti disambut oleh Bupati Sumbawa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sebelum mengawali agenda dengan menghadiri Sarasehan Pendidikan yang diikuti sekitar 300 peserta, terdiri atas kepala sekolah, guru, dan pengawas dari jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kabupaten Sumbawa.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, berbagai program yang telah digulirkan Kemendikdasmen, seperti revitalisasi satuan pendidikan dan bantuan perangkat digitalisasi pembelajaran, memberikan dorongan besar bagi peningkatan mutu layanan pendidikan di daerah.
Bupati juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu daerah yang masuk dalam daftar pengembangan sekolah terintegrasi dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem pendidikan yang lebih terpadu sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara berkesinambungan dan menghasilkan lulusan yang unggul.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh kebijakan Kemendikdasmen bermuara pada satu tujuan utama, yaitu mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk semua. Menurutnya, setiap anak Indonesia berhak memperoleh layanan pendidikan yang bermutu tanpa memandang kondisi geografis maupun latar belakang sosial ekonomi.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah terus mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis, di antaranya revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta penguatan budaya belajar yang positif sejak hari pertama peserta didik memasuki lingkungan sekolah.
Menteri juga menjelaskan bahwa cakupan program revitalisasi akan terus diperluas. Tidak hanya berfokus pada pembangunan maupun rehabilitasi gedung sekolah, revitalisasi ke depan juga diarahkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan penunjang pembelajaran agar tercipta lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, inklusif, dan mampu mendukung proses belajar mengajar secara optimal.
Sejalan dengan itu, transformasi pendidikan melalui digitalisasi juga terus dipercepat. Pemerintah berkomitmen menambah bantuan perangkat pembelajaran digital bagi setiap satuan pendidikan sebagai upaya memperluas akses terhadap pembelajaran berbasis teknologi. Langkah ini diharapkan dapat mendorong lahirnya proses pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Usai Sarasehan Pendidikan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, bersama Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wirman Kasmayadi melanjutkan kunjungan ke sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan berbagai program prioritas Kemendikdasmen berjalan dengan baik di tingkat satuan pendidikan. Di SMA Muhammadiyah Sumbawa Besar, Menteri meninjau pelaksanaan MPLS sekaligus melihat perkembangan program revitalisasi sekolah. Selanjutnya, rombongan mengunjungi SD Negeri 1 Sumbawa Besar untuk melihat pelaksanaan MPLS dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai diterapkan di sekolah tersebut.
Rangkaian kunjungan berlanjut di SD Negeri 14 Sumbawa Besar, tempat Menteri melakukan peletakan batu pertama revitalisasi sekolah sebagai simbol dimulainya pembangunan sarana pendidikan yang lebih representatif. Pembangunan tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran bagi peserta didik.
Kunjungan kerja di Kabupaten Sumbawa kemudian ditutup dengan menghadiri puncak Tasyakur Milad Satu Dasawarsa Yayasan Wakaf Pesantren Modern Internasional Dea Malela. Kehadiran Menteri dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan pemerintah terhadap kontribusi pesantren dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Kabupaten Sumbawa menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan transformasi pendidikan tidak hanya hadir melalui kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui pendampingan dan pemantauan langsung di lapangan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan berbagai program strategis yang tengah dijalankan mampu mempercepat terwujudnya pendidikan Indonesia yang semakin berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.
