BGTK NTB, Mataram, 27 Agustus 2026 — Upaya meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan pendidik terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi NTB dan difasilitasi oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTB menyelenggarakan Bimbingan Teknis Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi guru jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 27–28 Agustus 2026, di Aula Rinjani, Lantai 3 Wisma BGTK NTB. Peserta mendapatkan pendampingan dari Tim UKBI Balai Bahasa Provinsi NTB untuk memahami pelaksanaan UKBI sekaligus mempersiapkan diri mengikuti UKBI Adaptif.
Mendorong Kemahiran Berbahasa dan Penguatan Literasi
Bagi guru, kemahiran berbahasa Indonesia tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga mendukung pelaksanaan pembelajaran dan penguatan budaya literasi di satuan pendidikan. Guru memiliki posisi strategis sebagai pengguna sekaligus teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan sekolah.
Pentingnya penguatan tersebut turut terlihat dalam Peta Kemahiran Berbahasa Indonesia Tahun 2024 yang disusun Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen. Indeks kemahiran berbahasa profesi guru secara nasional tercatat sebesar 75,14. Di sisi lain, tingkat kemahiran berbahasa pelajar SMA dan SMK masih berada di bawah standar kemahiran yang ditetapkan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian IGI Wilayah NTB untuk terus mendorong peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan guru. Kegiatan ini juga melanjutkan pelaksanaan UKBI yang sebelumnya telah diikuti oleh 402 guru se-NTB pada Mei 2026.
Perkuat Kolaborasi melalui Bimtek dan MoU
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung di Aula Rinjani, Lantai 3 Wisma BGTK NTB. Ketua Wilayah IGI NTB sekaligus Ketua Panitia, Nengah Istiqomah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen IGI NTB dalam mendorong peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia bagi guru.
Dukungan terhadap kegiatan juga disampaikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat melalui Sekretaris Dinas, Kharuddin, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dr. Arie Andrasyah Isa, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan kompetensi guru, termasuk kemahiran berbahasa Indonesia, sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan di NTB. Ia kemudian secara resmi membuka kegiatan Bimtek UKBI.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara IGI Wilayah NTB dan Balai Bahasa Provinsi NTB. Kerja sama ini menjadi langkah untuk memperkuat sinergi kedua lembaga dalam mendukung peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia dan penguatan literasi di kalangan pendidik.
Melalui MoU tersebut, kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan UKBI, tetapi dapat berkembang dalam berbagai program kebahasaan dan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Bekal bagi Guru Menuju UKBI Adaptif
Usai rangkaian pembukaan dan penandatanganan MoU, peserta mengikuti bimbingan teknis bersama Tim UKBI Balai Bahasa Provinsi NTB. Materi mencakup pengenalan UKBI, pemahaman teknis pelaksanaan, serta persiapan mengikuti UKBI Adaptif.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami tingkat kemahiran berbahasa Indonesianya sekaligus menjadikan hasil UKBI sebagai salah satu bagian dari pengembangan kompetensi profesional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengawas pembina SMA, unsur Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, jajaran IGI Wilayah NTB, Balai Bahasa Provinsi NTB, BGTK NTB, serta para peserta.
Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan terus berlanjut untuk mendukung peningkatan kualitas pendidik dan penguatan budaya literasi di satuan pendidikan. Dengan guru yang semakin mahir berbahasa Indonesia, pembelajaran diharapkan semakin efektif dan guru dapat semakin kuat menjalankan perannya sebagai teladan berbahasa bagi peserta didik.
Sharing and Growing Together.
