BGTK NTB – Transformasi pendidikan tidak cukup hanya melalui kebijakan, kurikulum, dan teknologi baru. Perubahan harus diwujudkan dalam praktik pembelajaran melalui pendampingan yang konsisten. Dalam proses tersebut, pengawas sekolah memiliki peran strategis sebagai mitra satuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi guru, dan memastikan implementasi program berjalan sesuai kebutuhan sekolah. Untuk memperkuat peran tersebut, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Pelatihan Pengawas Sekolah Jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK untuk Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Tahun 2026.

Pelatihan dilaksanakan secara serentak pada Sabtu, 11 Juli 2026, di sembilan kabupaten dan kota di NTB, yaitu Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima. Pelaksanaan di Kabupaten Sumbawa Barat dijadwalkan pada Senin, 13 Juli 2026. Sebanyak 427 peserta mengikuti kegiatan di sembilan lokasi tersebut. Peserta terdiri atas pengawas sekolah berbagai jenjang serta peserta tambahan dari unsur Kelompok Kerja Kepala Sekolah, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah, dinas pendidikan, dan cabang dinas pendidikan.
Pelatihan menerapkan pola pembelajaran kombinasi antara pembelajaran mandiri melalui Learning Management System dan penguatan materi secara tatap muka. Peserta telah mengikuti pembelajaran daring sejak 7 Juli 2026. Materi tersebut kemudian diperdalam melalui diskusi, refleksi, penugasan, dan berbagai aktivitas pembelajaran yang didampingi fasilitator.

Pelaksanaan di setiap daerah berlangsung dengan pola yang relatif serupa, dimulai dari registrasi, pembukaan dan penguatan kebijakan oleh pejabat setempat, dilanjutkan dengan pembelajaran luring selama delapan jam pelajaran. Peserta memperkuat pemahaman mengenai Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial, termasuk penerapannya dalam proses pendampingan kepada guru dan satuan pendidikan.

Di Kabupaten Lombok Tengah, kegiatan dipusatkan di SMP Negeri 1 Praya Tengah dan diikuti oleh 75 peserta yang terbagi dalam tiga kelas. Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala BGTK NTB, Wirman Kasmayadi, dan dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, Jumadi. Dalam arahannya, Kepala BGTK NTB menekankan pentingnya optimalisasi Hari Belajar Guru serta mendorong peserta untuk menyebarluaskan hasil pelatihan melalui kelompok kerja dan sekolah binaan. Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah menyoroti jumlah pengawas yang belum sebanding dengan luas wilayah dan jumlah satuan pendidikan yang harus didampingi. Kondisi tersebut memperkuat urgensi peningkatan kapasitas pengawas agar mampu melaksanakan pendampingan secara efektif dan berkelanjutan.

Di Kabupaten Sumbawa, pelatihan berlangsung di SMP Negeri 1 Sumbawa dan diikuti oleh 66 pengawas sekolah yang terbagi dalam dua kelas. Kepala Subbagian Umum BGTK NTB, Lale Sri Lastatun, yang hadir mewakili Kepala BGTK NTB, menegaskan bahwa pengawas memiliki posisi penting dalam mendampingi satuan pendidikan menghadapi transformasi pembelajaran dan perkembangan teknologi. Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Amir Mahmud, juga menekankan perubahan peran pengawas, dari sekadar melaksanakan fungsi pengawasan menjadi mitra pendamping sekolah dalam membumikan Pembelajaran Mendalam dan mengawal peningkatan mutu pendidikan di tengah tantangan era digital.

Selain di Lombok Tengah dan Sumbawa, kegiatan dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Mataram dengan 14 peserta, Kantor Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara dengan 19 peserta, Pusat Belajar Guru Kabupaten Lombok Barat dengan 27 peserta, SMP Negeri 1 Sukamulia Kabupaten Lombok Timur dengan 92 peserta, Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Dompu dengan 24 peserta, SD Negeri 1 Tente Kabupaten Bima dengan 62 peserta, serta SMP Negeri 8 Kota Bima dengan 48 peserta. Pelaksanaan secara serentak di berbagai wilayah tersebut menunjukkan komitmen bersama BGTK NTB dan pemerintah daerah dalam memperkuat pengawas sebagai penggerak peningkatan mutu pembelajaran. Pelatihan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga membangun kemampuan pengawas dalam menerjemahkan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial ke dalam praktik pendampingan yang konkret dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan.

Sebagai pendamping, fasilitator, dan penggerak komunitas belajar, pengawas diharapkan mampu membantu sekolah menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pengawas juga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi secara kritis, kreatif, etis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas belajar peserta didik. Hasil pelatihan selanjutnya diharapkan disebarluaskan melalui kelompok kerja pengawas, KKKS, MKKS, komunitas belajar, dan sekolah binaan. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti pada peserta, tetapi menghasilkan dampak yang lebih luas bagi guru, kepala sekolah, satuan pendidikan, dan peserta didik di seluruh Nusa Tenggara Barat.

Melalui kegiatan ini, BGTK NTB menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapasitas guru dan tenaga kependidikan sebagai aktor utama transformasi pendidikan serta memastikan implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan berdampak nyata.