BGTK NTB – Rangkaian kegiatan Penganugerahan Apresiasi dan Berbagi Praktik Baik GTK 2025 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat berlanjut dengan penyelenggaraan Sesi Lokakarya dan Focus Group Discussion (FGD) pada hari kedua Senin, 17 November 2025. Kegiatan ini dirancang untuk menguatkan peran guru dan pemangku kebijakan dalam pengembangan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) secara berkelanjutan.

Lokakarya: Menggali Kekuatan Guru Melalui Experiential Learning. Kelompok pertama diikuti oleh peserta apresiasi GTK yang berasal dari unsur guru dan tenaga kependidikan. Mereka difasilitasi oleh para fungsional BGTK NTB melalui metode lokakarya berbasis experiential learning, yang menekankan aksi nyata dari pengalaman lapangan dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan peserta.

Dalam sesi ini, peserta diajak mengeksplorasi kekuatan dan keunggulan yang dimiliki untuk mendukung implementasi proses pembelajaran yang:

  • berorientasi pada pembelajaran mendalam,
  • mengintegrasikan berpikir komputasional, dan
  • memperkuat pendidikan karakter melalui 7 (tujuh) Jurus BK Hebat.

Aktivitas lokakarya dikemas secara interaktif melalui kombinasi ceramah, tanya jawab, diskusi, dan games. Di akhir sesi, perwakilan kelompok mempresentasikan hasil rumusan mereka dan menyusunnya dalam bentuk soft dokumen sebagai produk konkret dari kegiatan lokakarya. Dokumen ini diharapkan menjadi rujukan awal bagi pengembangan praktik baik di satuan pendidikan masing-masing.

FGD: Menyelaraskan Arah Kebijakan Pengembangan Guru 2026. Kelompok kedua diisi oleh para pejabat dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi, kabupaten, dan kota. Sesi ini difasilitasi langsung oleh Kepala BGTK NTB dengan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD).

Pembahasan dalam FGD berfokus pada arah kebijakan pemerintah daerah dalam menyusun program prioritas pengembangan guru tahun 2026. Perencanaan tersebut diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.

Sebagai output, FGD ini menghasilkan kerangka program pengembangan guru yang dapat disinergikan dan dikolaborasikan antara pemerintah daerah dengan BGTK NTB. Kerangka program tersebut diharapkan menjadi pijakan bersama dalam memperkuat layanan pengembangan kompetensi GTK, sekaligus memastikan bahwa kebijakan dan program yang disusun sejalan dengan visi pembangunan pendidikan jangka panjang.