BGTK NTB Pada rangkaian kegiatan Penganugerahan Apresiasi dan Berbagi Praktik Baik GTK 2025 Tingkat Provinsi NTB, salah satu agenda yang diselenggarakan pada hari kedua (17 November 2025) adalah Sesi Gelar Wicara. Sesi ini menghadirkan empat orang narasumber yang mewakili berbagai bidang pengembangan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan, yaitu Kepala BGTK NTB serta perwakilan guru untuk program Pembelajaran Mendalam (PM), Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), implementasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK), serta implementasi pembelajaran Matematika Gembira. Seluruh narasumber dipanel dalam satu forum dan dipandu oleh seorang moderator sehingga diskusi berjalan terarah dan saling melengkapi.

Narasumber pertama, Kepala BGTK NTB Wirman Kasmayadi, menyampaikan materi mengenai peran strategis guru dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Paparan ini menekankan bagaimana program-program peningkatan kapasitas yang dijalankan BGTK NTB berkontribusi pada pengembangan kompetensi GTK serta strategi pembinaan yang mendorong terjadinya transformasi pembelajaran di satuan pendidikan.

Selanjutnya, perwakilan guru dari Pembelajaran Mendalam (PM) memaparkan praktik baik hasil implementasi PM di sekolah. Materi berfokus pada metode serta strategi pembelajaran mendalam yang tidak hanya mendorong pemahaman konseptual peserta didik, tetapi juga memberikan dampak pada penguatan delapan dimensi Profil Pelajar Pancasila.

Pada segmen berikutnya, perwakilan guru dari program Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) berbagi pengalaman terkait implementasi KKA di kelas. Narasi yang disampaikan menekankan bagaimana pendekatan dan strategi pengajaran KKA dapat meningkatkan kemampuan berpikir komputasional peserta didik, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah sejak dini.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari perwakilan guru terkait implementasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK). Materi yang disampaikan menyoroti berbagai praktik baik dalam pemberian layanan BK yang efektif, yang berdampak pada tumbuh kembang karakter positif peserta didik, termasuk penguatan perilaku, sikap, serta keterampilan sosial.

Pada bagian penutup diskusi, perwakilan guru yang mengimplementasikan Matematika Gembira berbagi praktik baik mengenai strategi pembelajaran matematika yang menyenangkan. Penjelasan difokuskan pada metode kreatif dan inovatif yang membuat peserta didik lebih antusias, tidak cemas terhadap matematika, dan mampu memahami konsep melalui pendekatan yang menyenangkan.

Secara keseluruhan, sesi Gelar Wicara ini menghadirkan ragam insight yang memperkaya pemahaman peserta mengenai berbagai pendekatan pembelajaran dan layanan pendidikan yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di sekolah. Forum ini menjadi wadah inspiratif bagi para guru untuk berbagi praktik baik, saling belajar, dan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Nusa Tenggara Barat.