BGTK NTB Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTB menyelenggarakan Kegiatan In Service Learning (IN-2) Tahap 1 pada tanggal 12–15 November 2025 yang berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah, Kota Mataram, Lombok Utara, dan Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM), setelah sebelumnya peserta mengikuti IN-1 (Memahami) dan On The Job Training (Mengaplikasi). Pada tahap IN-2, peserta diberi ruang untuk berbagi praktik baik, merefleksikan pengalaman selama proses pelatihan, serta mendiskusikan tantangan maupun capaian yang diperoleh selama pembelajaran berlangsung.

Pada hari ketiga, peserta di SMKN 1 Praya Tengah mengikuti sesi berbagi praktik baik dalam bentuk Talkshow. Acara dibuka dengan penyampaian laporan penyelenggaraan PM oleh PIC PM BGTK NTB, Syamsul Mujahidin, M.Hum., yang menjelaskan bahwa peserta pelatihan terbagi ke dalam sepuluh kelas, terdiri dari dua kelas Kepala Sekolah, dua kelas Guru SMA/SMK, dua kelas Guru PAUD/TK, dua kelas Guru SLB/SMA, dan dua kelas Guru SMP/SD. Berbagi praktik baik untuk guru dilaksanakan pada hari ketiga, sementara berbagi praktik baik khusus Kepala Sekolah dijadwalkan pada hari keempat.

Setelah laporan penyelenggara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Syarif Hidayatullah memberikan arahan penting kepada peserta. Beliau menekankan pentingnya budaya berbagi pengalaman dan pengetahuan antarguru demi peningkatan kualitas pendidikan, serta mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ia juga mengingatkan agar pelatihan tidak hanya dijadikan sarana memperoleh sertifikat, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam praktik pembelajaran. Guru dihimbau untuk terus berinovasi, berkolaborasi, menjaga semangat, dan memahami bahwa keberhasilan seorang guru tercermin dari keberhasilan lulusannya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala BGTK NTB, Wirman Kasmayadi, yang sekaligus membuka Talkshow secara resmi. Dalam arahannya, beliau mendorong guru untuk merumuskan formula agar terus kreatif, produktif, dan konsisten berbagi praktik baik. BGTK NTB bersama Dinas Pendidikan, kata beliau, memiliki tugas merawat semangat guru melalui berbagai wadah seperti komunitas belajar dan program lain yang mendukung peningkatan kompetensi. Pelatihan PM diharapkan menjadi ruang belajar yang berdampak langsung kepada murid. Potensi guru dinilai sangat besar karena telah difasilitasi dengan lingkungan dan wadah yang kondusif, sehingga peserta pelatihan didorong untuk terus meningkatkan kemampuan hingga pada level yang lebih tinggi, bahkan menjadi konsultan.

Sesi Talkshow kemudian menghadirkan empat narasumber dari jenjang SMA/SMK yang membagikan pengalaman praktik baik mereka. Rio Setyayudha mengawali sesi dengan kisahnya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran matematika berbasis kontekstual yang selaras dengan jurusan siswa. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan minat belajar karena siswa merasa matematika relevan dengan kehidupan dan dunia kerja mereka. Narasumber berikutnya, Renny Marisa Sofia, memaparkan keberhasilannya meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan Bahasa Inggris siswa melalui kolaborasi dengan AMINEF (ETA). Dengan penggunaan materi autentik, model pembelajaran kolaboratif, dan peer review, siswa menjadi lebih aktif, produktif, dan menunjukkan peningkatan kualitas hasil belajar.

Berikutnya, Muhammad Yogi menyampaikan inisiatif “Kopang Berhitung” yang berhasil meningkatkan kemampuan numerasi siswa sekaligus mengubah persepsi mereka terhadap matematika. Program ini lahir dari kolaborasi antar guru peduli numerasi yang menerapkan intervensi ringan namun konsisten selama satu semester. Sementara itu, Ovi Sofiah berbagi pengalaman dalam memecah kebekuan kreativitas siswa pada materi Hybrid Marketing melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek (PjBL). Tantangan merancang kampanye promosi digital membuat siswa menghasilkan konten yang menarik dan mendapatkan keterlibatan tinggi melalui platform media sosial.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama yang dipandu oleh Pengajar PM. Melalui refleksi ini, peserta diajak merenungkan proses, tantangan, serta pembelajaran yang diperoleh dari keseluruhan rangkaian pelatihan. IN-2 diharapkan tidak hanya menjadi penutup kegiatan, tetapi juga menjadi titik awal bagi guru untuk terus berkarya, berbagi praktik baik, dan memperkuat profesionalisme mereka di satuan pendidikan masing-masing.