BGTK NTB, – Mataram, 7 Juli 2026. Komitmen dalam menyiapkan calon guru yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan terus diwujudkan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kepala BGTK Provinsi NTB, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si., sebagai narasumber pada kegiatan Pembekalan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Terintegrasi KKN Pendidikan Tahun Akademik 2025/2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram ini diikuti oleh 288 mahasiswa yang akan melaksanakan PLP dan KKN Pendidikan di berbagai sekolah di Kabupaten Lombok Tengah. Selama dua hari, para peserta dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan sebagai fondasi untuk menjalankan peran sebagai calon pendidik.
Dalam laporannya, Syafrudin muhdar, M.Pd ketua panitia menyampaikan bahwa pembekalan ini bertujuan menumbuhkan nilai-nilai profesionalisme, etika, dan kompetensi pedagogik sebagai bekal mahasiswa sebelum terjun ke dunia persekolahan. Seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh agar memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.
Membuka kegiatan, Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya wawasan melalui berbagai materi yang disampaikan para narasumber. Ia menegaskan bahwa forum pembekalan ini menjadi ruang belajar yang berharga bagi mahasiswa untuk berdiskusi, bertanya, dan menyerap pengalaman dari para praktisi pendidikan, termasuk Kepala BGTK Provinsi NTB.
Usai pembukaan dan sesi foto bersama, Kepala BGTK Provinsi NTB, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si., menyampaikan materi pembekalan yang mengajak para mahasiswa memandang profesi guru sebagai panggilan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini sedang berada pada era transformasi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence). Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang menuntut guru memiliki kemampuan untuk terus berkembang, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi secara bijaksana demi menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna.
“Menjadi guru pada masa kini bukan sekadar menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan, membangun karakter peserta didik, serta menjadikan teknologi sebagai mitra dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ungkapnya.
Melalui pembekalan ini, BGTK Provinsi NTB berharap para mahasiswa tidak hanya siap menjalani Program Pengenalan Lapangan Persekolahan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi pendidik yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi agen perubahan bagi kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Barat.
