Jakarta, 8 April 2026-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) resmi menghadirkan Program Bug Bounty 2026 sebagai upaya memperkuat keamanan siber di sektor pendidikan. Program tahunan ini telah memasuki tahun kelima pelaksanaannya dengan mengusung tema “Build Cyber Resilience”.
Peluncuran program yang dilakukan pada Senin (6/4) ini menjadi bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam menjaga keandalan sistem digital pendidikan nasional. Inisiatif tersebut juga merupakan implementasi dari Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dalam kerangka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Melalui Bug Bounty 2026, Pusdatin mengajak insan pendidikan untuk tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga turut berkontribusi dalam mengidentifikasi serta mengatasi potensi celah keamanan informasi. Program ini terbuka bagi empat kategori peserta, yaitu siswa SMA/SMK/MA (minimal berusia 17 tahun), mahasiswa, guru, dan dosen.
Kepala Pusdatin, Wibowo Mukti, menyampaikan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai ruang aman atau sandbox sehingga peserta dapat melakukan eksplorasi teknik pengujian keamanan tanpa mengganggu sistem layanan Kemendikdasmen. Ia menilai program ini dapat menjadi wadah bagi talenta muda untuk mengembangkan minat di bidang keamanan siber sekaligus meraih prestasi.
Pendaftaran Bug Bounty 2026 dibuka mulai 6 hingga 30 April 2026 melalui platform Aman Bersama. Selanjutnya, peserta akan mengikuti tahap pengujian pada 1–22 Mei 2026. Proses penilaian dilakukan dalam dua tahap, yakni penilaian teknis dan kualitas laporan pada tahap awal, serta wawancara bagi finalis pada tahap lanjutan.
Pada tahap pertama, aspek teknis memiliki bobot penilaian sebesar 70 persen dengan mengacu pada standar CVSS v3.1, sementara kualitas pelaporan sebesar 30 persen. Kemudian, lima finalis dari masing-masing kategori akan mengikuti tahap wawancara dengan penilaian yang mencakup kemampuan teknis, komunikasi, dan orisinalitas.
Rangkaian kegiatan ini akan ditutup dengan puncak acara Anugerah Bug Bounty 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026.
Lebih lanjut, Wibowo menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman siber yang kian kompleks. Ia menyoroti meningkatnya serangan ransomware dan phishing berbasis kecerdasan artifisial sepanjang tahun 2025 sebagai tantangan nyata yang perlu diantisipasi bersama.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang akan memperoleh uang pembinaan, sertifikat yang tercatat di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), serta kesempatan untuk bergabung dalam komunitas Manggala Edu. Program ini diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta unggul yang mampu memperkuat ketahanan siber di lingkungan pendidikan Indonesia.
