BGTK NTB – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar pertemuan strategis di Gedung A Senayan, Jakarta, sebagai upaya memperkuat gerakan literasi nasional melalui pemberdayaan perempuan berbasis pendidikan. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mentransformasi peringatan Hari Kartini 21 April agar tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menghadirkan program edukatif yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993 – 1998, Wardiman Djojonegoro, yang hadir sebagai pembicara kunci menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan peran dan kemandirian perempuan. Menurutnya, visi emansipasi yang diperjuangkan RA Kartini tetap relevan hingga saat ini, terutama dalam membuka akses perempuan terhadap peluang kepemimpinan dan pengembangan karier. “Pendidikan bukan untuk menggantikan peran laki-laki, melainkan memperkuat pemberdayaan perempuan agar mampu berkontribusi optimal bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi wujud sinergi antarunit di lingkungan Kemendikdasmen dalam merancang program pemberdayaan perempuan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya menghadirkan aksi nyata yang berdampak langsung pada penguatan literasi masyarakat.
Dari perspektif penguatan karakter, perwakilan Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) menyoroti masih adanya kesenjangan partisipasi perempuan di dunia kerja meskipun capaian akademik mereka menunjukkan performa yang baik. Melalui program “Aku Bisa Apa Saja”, peserta didik perempuan didorong untuk membangun kepercayaan diri serta berani merancang masa depan sesuai potensi yang dimiliki.
Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, menekankan pentingnya peningkatan partisipasi talenta perempuan pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Berbagai inisiatif, termasuk podcast inspiratif dan kampanye motivasi, disiapkan untuk mendorong lebih banyak siswi berpartisipasi dalam kompetisi sains nasional.
Kontribusi penguatan literasi juga disiapkan melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra dengan menghadirkan materi literasi bertema pemberdayaan perempuan, termasuk diskusi surat-surat Kartini bersama generasi muda. Selain itu, Badan Bahasa akan menggerakkan unit daerah untuk melaksanakan rangkaian kegiatan edukatif sepanjang April, seperti lomba literasi tematik dan publikasi media.
Berbagai program pendukung lainnya meliputi produksi video profil perempuan inspiratif masa kini, bedah buku bertema emansipasi, serta kampanye publik untuk memperkuat citra Kartini sebagai simbol pendidikan dan literasi. Melalui sinergi lintas unit ini, Kemendikdasmen berharap pesan utama Kartini dapat semakin relevan: perempuan memiliki peran strategis dalam membangun bangsa melalui pendidikan yang berkualitas.
