BGTK NTB – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi membuka pameran dalam rangkaian Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 yang digelar di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM). Pameran ini dilaksanakan selama tiga hari sebagai bagian strategis dari agenda konsolidasi nasional pendidikan.
Pameran Konsolnas 2026 memiliki tiga tujuan utama, yaitu menampilkan capaian inovasi dan praktik baik implementasi kebijakan pendidikan dasar dan menengah, memperkuat sinergi antarunit kerja dalam mewujudkan layanan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan, serta membuka ruang aspirasi dan kolaborasi untuk mendukung pendidikan bermutu bagi seluruh peserta didik Indonesia.
Beragam capaian dari seluruh unit kerja Kemendikdasmen ditampilkan dalam pameran ini, meliputi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen); Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG); serta Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen Diksi PKPLK). Sejumlah badan pendukung turut berpartisipasi, antara lain Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), serta Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin).
Keterlibatan mitra pembangunan internasional turut memperkaya substansi pameran, di antaranya Program INOVASI hasil kolaborasi dengan Pemerintah Australia, Program KREASI bersama Save the Children, serta Tanoto Foundation. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan bahwa pameran dirancang sebagai ruang interaksi dan pembelajaran antarpemangku kepentingan. “Pameran ini diharapkan menjadi wadah dialog, pertukaran pengalaman, serta penguatan pemahaman terhadap implementasi kebijakan pendidikan secara efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pameran secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pameran ini menjadi jembatan komunikasi strategis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra pendidikan. “Banyak praktik baik yang telah dijalankan kementerian perlu dikomunikasikan secara lebih luas. Melalui pameran ini, kami mendorong peserta dari daerah dan mitra pendidikan untuk mengunjungi setiap stan sebagai sarana pertukaran pengetahuan dan penguatan implementasi kebijakan,” ungkapnya.
Fajar Riza Ul Haq juga menyampaikan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang sejalan dengan amanah Presiden Prabowo Subianto terkait pendidikan inklusif. Menurutnya, keberagaman stan mencerminkan semangat partisipasi semesta dan gotong royong dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. “Pameran ini menjadi bukti komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua anak Indonesia,” tegasnya.
Selain menampilkan inovasi dan praktik baik, pameran juga dilengkapi dengan layanan humanis melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) serta partisipasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif dan mendukung kenyamanan peserta di tengah agenda konsolidasi yang padat.
Kemendikdasmen optimistis pameran Konsolnas 2026 dapat memperkuat sinergi antarunit kerja, memperluas inspirasi, serta mempercepat terwujudnya pendidikan berkualitas, merata, dan berkeadilan melalui kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan para mitra pembangunan.
