BGTK NTB – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) terus memperkuat transformasi digital layanan publik dengan menghadirkan sistem Manajemen Layanan Infrastruktur Anda (MELIA). Platform ini menjadi pilar strategis dalam pengelolaan layanan teknologi informasi (TI) yang profesional, terukur, dan berorientasi pada pengguna, sekaligus melengkapi ekosistem digital pendidikan nasional, termasuk Super Aplikasi Rumah Pendidikan yang mendukung agenda digitalisasi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

MELIA dikembangkan dengan mengadaptasi kerangka kerja global IT Service Management (ITSM), sehingga menggeser paradigma pengelolaan TI pemerintah dari pendekatan administratif menjadi layanan yang berfokus pada kepuasan pengguna. Melalui sistem ini, seluruh layanan infrastruktur TI dapat dikelola secara transparan, terstandar, dan mudah dipantau oleh unit pengguna.

Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menegaskan bahwa MELIA berperan penting dalam mendorong reformasi budaya kerja pengelolaan TI di lingkungan pemerintahan. “MELIA kami rancang agar layanan infrastruktur dikelola secara profesional, transparan, dan berbasis standar terukur, bukan lagi melalui komunikasi informal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yudhistira menjelaskan bahwa MELIA memiliki empat modul utama, yakni Katalog Layanan, Permintaan Layanan, Manajemen Insiden, dan Manajemen Pengetahuan. Keempat modul tersebut terintegrasi dalam satu portal layanan terpadu yang memfasilitasi pengelolaan tiket layanan, percepatan penanganan gangguan, serta pembelajaran berkelanjutan melalui dokumentasi solusi dan basis data pengetahuan terpusat.

Integrasi Katalog Layanan, Manajemen Insiden, Permintaan Layanan, Manajemen Pengetahuan, serta pengukuran Service Level Agreement (SLA) dalam satu platform menjadikan MELIA tidak hanya selaras dengan regulasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), tetapi juga memperkuat akuntabilitas kinerja Pusdatin. Pengukuran SLA yang presisi memungkinkan evaluasi kinerja layanan dilakukan secara objektif dan berbasis data.

“Dengan MELIA, Kemendikdasmen menunjukkan komitmen terhadap layanan digital yang andal, responsif, dan berorientasi pada manusia. Pendekatan berbasis data ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pengguna sekaligus memastikan keberlanjutan transformasi digital di sektor pendidikan,” pungkas Yudhistira.