BGTK NTB – Dalam semangat kolaborasi lintas sektor, Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi NTB menggandeng Bunda PAUD Provinsi NTB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB, serta seluruh pengurus IGTKI-PGRI se-NTB untuk memperkuat ekosistem pendidikan anak usia dini (PAUD) yang menyenangkan, inklusif, dan relevan dengan karakter lokal.

Pertemuan strategis yang berlangsung di Kota Mataram pada 29 April 2025 ini menjadi bagian dari penguatan implementasi kebijakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan—sebuah program prioritas dari Kemendikbudristek. Turut hadir dalam kesempatan ini tokoh-tokoh pendidikan seperti Bunda PAUD Provinsi NTB, Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd, Ketua PGRI NTB, Ketua Asosiasi Pengawas NTB, serta narasumber nasional Bapak Lilik, praktisi pelestarian budaya melalui kegiatan membatik.

Dalam sambutannya, Bunda PAUD NTB menyampaikan pesan penting yang menggugah hati:
“Anak usia dini adalah kertas putih. Mereka menyerap informasi dengan cepat dan penuh kepercayaan, bahkan terkadang lebih percaya kepada guru dibanding orang tua. Di sinilah pentingnya guru PAUD menjadi teladan dan agen penanam nilai-nilai luhur sejak dini.” Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya peran pendidik dalam membimbing anak usia dini di tengah gempuran teknologi digital dan informasi yang cepat. Literasi digital perlu dibarengi dengan penguatan karakter, cinta budaya lokal, dan pembelajaran kontekstual yang menyenangkan.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi antara Pokja Bunda PAUD Provinsi hingga tingkat kecamatan dengan organisasi profesional seperti IGTKI-PGRI. Harapannya, setiap program di tingkat kebijakan bisa langsung menyentuh satuan pendidikan, pendidik, dan orang tua secara kolaboratif. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi ajang pematangan rencana peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2025 yang akan melibatkan anak-anak TK dalam kegiatan membatik. Hal ini sejalan dengan upaya pelestarian budaya sejak dini sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.

IGTKI-PGRI NTB melalui forum ini menyampaikan aspirasi untuk mendapatkan arahan, motivasi, dan dukungan dari pemangku kebijakan dalam meningkatkan mutu layanan PAUD. Mereka menegaskan komitmen untuk melahirkan SDM pendidik yang profesional, bermartabat, dan siap mendidik generasi emas NTB dengan penuh integritas.

BGP NTB pun berkomitmen menjadi ruang tumbuh dan kolaborasi bagi seluruh pendidik PAUD di NTB. Dengan kerja sama yang solid antara semua pihak, NTB optimistis dapat mewujudkan layanan pendidikan anak usia dini yang holistik, integratif, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.