BGTK NTB – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali mengambil langkah strategis dalam mendukung pendidikan yang menyeluruh dan berpusat pada murid di lombok tengah pada tanggal 28-29 April 2025. Melalui kegiatan bertajuk Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam melaksanakan Layanan Bimbingan dan Konseling, sebanyak 150 guru SD dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan serentak di dua lokasi, yaitu SKB Kabupaten Lombok Tengah dan Gedung PGRI Kabupaten Lombok Tengah.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh dua pimpinan daerah pendidikan: Bapak Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah di lokasi PGRI, serta Ibu Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah di lokasi SKB. Turut hadir pula Kepala BGTK, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si., serta Kasubag BGTK, Lale Srilastatun, M.M., sebagai bentuk komitmen pusat terhadap transformasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di tingkat satuan pendidikan dasar. Pelatihan ini menghadirkan Widyaiswara dan Pengembang Teknologi Pembelajaran sebagai fasilitator utama, yang sebelumnya telah mengikuti Training of Trainers (ToT) resmi dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikdasmen.
Kegiatan ini selaras dengan Permendikbud No. 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah, yang menekankan pentingnya layanan BK sebagai bagian integral dari sistem pendidikan. Tidak hanya untuk jenjang menengah, kebutuhan akan pendampingan psiko-edukatif juga semakin penting di tingkat SD terutama untuk membantu anak-anak menghadapi tantangan sosial emosional di era digital.
Adapun tujuan utama dari pelatihan ini meliputi:
1. Meningkatkan kapasitas guru dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi, dan menindaklanjuti layanan BK di sekolah dasar.
2. Memberikan acuan dalam pengembangan program BK yang utuh dan kontekstual, dengan mempertimbangkan hasil evaluasi serta ketersediaan sarana dan prasarana.
3. Menjadi panduan praktis dalam monitoring, evaluasi, dan supervisi layanan BK, sesuai dengan kondisi dan tantangan sekolah dasar.
Kegiatan dibagi menjadi 5 kelas pelatihan intensif, yang dirancang secara interaktif dan partisipatif agar guru mampu memahami peran strategis mereka sebagai pendamping karakter murid, bukan sekadar pengajar materi akademik.
Transformasi Peran Guru di Sekolah Dasar dalam arah kebijakan Kemendikdasmen, pendidikan yang berpihak pada murid menempatkan guru sebagai fasilitator pembelajaran sekaligus penguat karakter dan pendamping sosial-emosional siswa. Maka, pelatihan ini menjadi bagian dari ekosistem peningkatan kompetensi berkelanjutan (PKB) guru. Kepala BGTK, Dr. Wirman Kasmayadi, dalam sambutannya menegaskan: “Guru SD adalah pilar pembentuk karakter sejak dini. Maka penting bagi mereka dibekali keterampilan bimbingan dan konseling agar lebih responsif terhadap dinamika psikologis siswa.”
Dengan semangat kolaboratif antara pusat, daerah, dan komunitas profesi guru, pelatihan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan sekolah dasar yang ramah anak, inklusif, dan peduli karakter
