BGTK NTB – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan audiensi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB, Selasa (6/10/2026). Audiensi ini menjadi langkah awal dalam menjajaki kemitraan strategis guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi BGTK, khususnya dalam peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Rombongan BGTK NTB diterima oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Andhi Wahyu Riyadno, bersama tim. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, dengan membahas sejumlah potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan untuk mendukung penguatan kompetensi guru sekaligus memberikan dampak positif bagi peserta didik.

Salah satu peluang kolaborasi yang dibahas adalah Edukasi Kebanksentralan Indonesia bagi guru. Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada pendidik mengenai peran dan kebijakan Bank Indonesia, sekaligus mendorong peran guru dalam ikut menjaga stabilitas ekonomi. Skema edukasi tersebut dapat dikembangkan melalui pola kemitraan yang serupa dengan program yang telah dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kolaborasi berikutnya adalah pelatihan peningkatan kompetensi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) bagi guru. Penguatan kompetensi ini diarahkan untuk mendukung guru dalam mempersiapkan peserta didik yang memiliki minat dan potensi untuk melanjutkan pendidikan pada program studi STEM di sejumlah perguruan tinggi yang telah bermitra dengan Bank Indonesia.

Selain itu, BGTK NTB dan BI Perwakilan NTB juga melihat peluang pengembangan model diversifikasi kurikulum, khususnya yang berkaitan dengan mata pelajaran ekonomi atau bidang sejenis. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkaya pembelajaran sekaligus mendukung peningkatan kemampuan peserta didik dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Peluang kolaborasi lainnya adalah perluasan jangkauan implementasi program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah pada seluruh jenjang pendidikan. Melalui sinergi dengan satuan pendidikan dan guru, edukasi mengenai Rupiah diharapkan dapat menjangkau peserta didik secara lebih luas dan berkelanjutan.

Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BGTK NTB dan Bank Indonesia Perwakilan NTB. Berbagai gagasan yang dibahas selanjutnya diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program kolaborasi yang konkret, terarah, dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas guru serta pendidikan di Nusa Tenggara Barat.

Melalui kemitraan lintas sektor, BGTK NTB terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung terwujudnya guru yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan serta kebutuhan masa depan.