BGTK NTB – Jakarta, 25 April 2026Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat pembinaan generasi peneliti muda. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian pada Senin (20/4), dengan fokus pada pengembangan talenta, khususnya bagi calon finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) serta para pemenang yang akan berlaga di kompetisi internasional.

Melalui sinergi ini, kualitas penelitian peserta OPSI diharapkan semakin meningkat. Keterlibatan para ahli dari BRIN dalam proses pendampingan dinilai mampu memperkuat aspek metodologi sekaligus mendorong kebaruan riset, sehingga hasil penelitian memiliki daya saing di tingkat global.

Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menumbuhkan budaya riset di kalangan murid. “Melalui kolaborasi dengan BRIN, kami ingin memastikan murid memiliki pengalaman nyata dalam proses riset, mulai dari perencanaan hingga pelaporan,” ujarnya dalam kegiatan Open Talk BRIN Goes to Global Recognition and Nobel Prize bertajuk “BRIN Menjemput Talenta Riset: Dari Sekolah hingga Panggung Dunia” di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (20/4).

“Kami tidak hanya menyiapkan murid untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga membangun karakter ilmiah yang kuat. Dengan dukungan BRIN, kami optimistis murid Indonesia mampu menghasilkan karya riset yang inovatif dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tambahnya.

Dalam implementasinya, kerja sama ini memberikan pembekalan menyeluruh kepada murid, mulai dari teknik pengambilan sampel, pengolahan data, pencarian referensi ilmiah, hingga penulisan laporan dan pemahaman etika penelitian. Selain itu, pemenang OPSI yang akan mengikuti ajang internasional juga memperoleh pendampingan langsung dari peneliti BRIN sesuai bidangnya, baik secara daring maupun melalui kegiatan di laboratorium.

Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menilai bahwa pengalaman praktik langsung menjadi elemen penting dalam membangun kompetensi riset yang berkelanjutan. “Pembelajaran berbasis praktik memungkinkan murid memahami proses riset secara menyeluruh. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung proses eksperimen, analisis data, hingga penyusunan laporan ilmiah. Pendekatan ini sangat penting untuk membangun kemampuan riset yang berkualitas dan berdaya saing global,” jelasnya.

Sementara itu, peraih Medali Perak OPSI 2025, Muhammad Bagir dari SMA Negeri 8 Jakarta, menyambut baik kerja sama ini. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membantu dirinya dan peserta lain dalam memperdalam penelitian sebagai persiapan menuju ajang Internasional Young Inventors Challenge (YIC).

“Sangat bermanfaat untuk kami para peneliti muda. Tentunya dengan adanya kolaborasi ini, saya bersama teman-teman lainnya dapat memperdalam ilmu serta penelitian kami menjadi lebih kompleks sebagai persiapan ke ajang internasional,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah sumber daya manusia per satu juta penduduk yang memperoleh pengakuan internasional di bidang riset dan inovasi. Melalui program manajemen talenta nasional, diharapkan lahir generasi unggul yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia, termasuk melalui ajang bergengsi seperti Nobel dan Breakthrough Prize