BALAI GTK NTB – Suasana khidmat menyelimuti halaman Wisma Disiplin Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Senin (22/6/2026). Seluruh pegawai BGTK NTB bersama  peserta pelatihan mengikuti Upacara Bendera yang dipimpin langsung oleh Kepala BGTK NTB, Wirman Kasmayadi selaku pembina upacara.

Sejak pagi hari, peserta upacara telah memadati lapangan upacara dengan mengenakan pakaian dinas dan atribut resmi. Barisan pegawai BGTK NTB berdiri berdampingan dengan 120 peserta Pelatihan Fasilitator Kelompok Kerja Guru (KKG) Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM), Koding, dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang saat ini tengah mengikuti kegiatan pelatihan di lingkungan Wisma BGTK NTB.

Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan penuh semangat kebangsaan. Pengibaran Sang Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan seluruh peserta menambah kekhidmatan suasana. Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat nilai-nilai disiplin, integritas, dan pengabdian di lingkungan aparatur pendidikan.

Dalam amanatnya, Kepala BGTK NTB, Wirman Kasmayadi, menegaskan bahwa disiplin dan profesionalisme merupakan fondasi utama dalam mendukung transformasi pendidikan nasional. Menurutnya, perubahan yang sedang berlangsung dalam dunia pendidikan membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan publik.

Ia juga mengajak seluruh pegawai serta peserta pelatihan untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memperkuat kolaborasi dalam mendukung berbagai program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Implementasi pembelajaran mendalam, penguatan literasi digital, koding, dan kecerdasan artifisial dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi, kolaborasi, dan semangat belajar yang terus tumbuh agar guru dan tenaga kependidikan mampu menjawab tantangan masa depan,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Momentum upacara juga dirangkaikan dengan penyerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Tahun 2026. Penghargaan yang diberikan oleh negara tersebut merupakan bentuk apresiasi atas pengabdian, kesetiaan, kecakapan, kejujuran, dan disiplin Aparatur Sipil Negara dalam melaksanakan tugas.

Adapun pegawai yang menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya Tahun 2026 adalah:

Satyalancana Karya Satya XX Tahun

  1. Yuyun Sambodo
  2. Sukaesih Komalasari

Satyalancana Karya Satya X Tahun

  1. Ibnu Wahyu Riyadi
  2. Noviani Tri Purna
  3. Lalu Mukti Dwinata
  4. Irham Yudha Permana
  5. Fauziah Syahrawati
  6. Muhammad Irawan Prasetyo

Satu per satu penerima penghargaan maju ke depan barisan untuk menerima tanda kehormatan yang diserahkan langsung oleh Kepala BGTK NTB dan didampingi oleh Kasubbag Umum. Tepuk tangan peserta upacara mengiringi prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian para pegawai.

Bagi para penerima, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol masa kerja, melainkan pengakuan atas komitmen dan loyalitas dalam menjalankan tugas negara. Sementara bagi pegawai lainnya, momen tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kehadiran para peserta Pelatihan Fasilitator KKG dalam upacara turut memberikan makna tersendiri. Selain mengikuti penguatan kompetensi di bidang pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial, mereka juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai budaya kerja, disiplin, serta nilai-nilai pengabdian aparatur di lingkungan BGTK NTB.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Kepala BGTK NTB, para penerima Satyalancana Karya Satya, seluruh pegawai, dan peserta pelatihan. Momen kebersamaan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang semakin maju, berkualitas, dan berdaya saing.

Upacara bendera yang berlangsung di lingkungan BGTK NTB tidak hanya menjadi agenda rutin kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan pendidikan untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat semangat kolaborasi dalam mewujudkan transformasi pendidikan di Nusa Tenggara Barat.