Jakarta, 14 Februari 2026 -Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong optimalisasi perangkat teknologi pembelajaran yang telah disalurkan ke sekolah, khususnya Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Webinar Rilis Pelatihan Mandiri bertajuk “Pemanfaatan Papan Interaktif Digital dalam Pembelajaran” yang digagas oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen (Pusdatin).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi percepatan transformasi digital pendidikan agar perangkat PID yang telah tersedia di satuan pendidikan tidak hanya dimanfaatkan sebagai alat presentasi, melainkan sebagai instrumen pembelajaran yang mendukung interaksi aktif, kolaborasi, serta pendekatan yang berfokus pada kebutuhan murid. Pemerintah menilai bahwa keberadaan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kapasitas guru agar pemanfaatannya benar-benar berdampak pada kualitas proses belajar mengajar.
Melalui fitur Pelatihan Mandiri di platform Ruang GTK Rumah Pendidikan, para guru dapat mengakses materi secara fleksibel menggunakan akun belajar.id. Skema pembelajaran dirancang agar dapat dipelajari kapan saja dan di mana saja, sehingga memberi ruang bagi guru untuk menyesuaikan dengan ritme kerja masing-masing. Materi yang tersedia meliputi pengenalan fungsi dan fitur PID, perancangan strategi pembelajaran interaktif, hingga contoh praktik implementasi langsung di kelas.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi pendidikan harus selaras dengan kebutuhan masa depan dan tuntutan dunia kerja. Ia menekankan bahwa PID diharapkan mampu menjadi penghubung antara inovasi teknologi dan penguatan kompetensi peserta didik.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa kunci utama transformasi digital terletak pada kesiapan guru untuk terus berkembang. Menurutnya, teknologi hanya akan memberi dampak signifikan apabila digunakan untuk menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan benar-benar berpusat pada murid.
Program Pelatihan Mandiri ini tidak menerbitkan sertifikat formal. Namun, peserta yang menuntaskan seluruh rangkaian modul akan memperoleh surat keterangan sebagai bukti penyelesaian topik pelatihan. Pendekatan ini menegaskan bahwa fokus utama program bukan pada aspek administratif, melainkan pada penguatan kompetensi dan perubahan praktik mengajar secara nyata.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menyoroti pentingnya implementasi di tingkat kelas. Ia mengingatkan bahwa ketersediaan perangkat, materi, dan pelatihan harus diikuti dengan komitmen guru dalam memanfaatkannya untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
Sementara itu, Direktur Guru Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto, menambahkan bahwa proses pelatihan perlu disertai praktik berkelanjutan dan refleksi agar penggunaan teknologi tidak berhenti pada tahap coba-coba, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya pembelajaran di sekolah.
Melalui inisiatif ini, Kemendikdasmen berharap pemanfaatan Papan Interaktif Digital dapat semakin optimal dan berkontribusi pada terciptanya ekosistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, serta relevan dengan perkembangan zaman. Transformasi digital pendidikan pun diharapkan tidak hanya terlihat dari ketersediaan perangkat, melainkan dari perubahan nyata dalam cara guru mengajar dan murid belajar.
