BALAI GTK NTBUdara pagi di Jalan Udayana Mataram terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan hanya karena matahari yang ramah, tetapi juga karena keceriaan anak-anak, guru, dan para pegawai dari tiga UPT Kemendikdasmen yang berada di Provinsi NTB yaitu BGTK NTB, BPMP NTB, dan Balai Bahasa NTB yang berkumpul untuk merayakan Hari Anak Nasional melalui kegiatan Jalan Sehat dan Kampanye Sebarkan Kebaikan.

Kegiatan ini dimulai tepat pukul 06.00 WITA di Teras Udayana. Suasana terasa akrab dan penuh semangat saat para peserta mengikuti kuis ringan, berbagi cerita, dan menuliskan harapan mereka pada Rukun Sama Teman Board. Anak-anak, guru, pegawai, hingga masyarakat yang hadir, menempelkan pesan kecil penuh makna tentang harapan, kebaikan, dan keinginan untuk saling menjaga.

Tulisan-tulisan sederhana namun menyentuh itu memenuhi papan, seperti:
“Teman adalah tempat aman,”
“Tidak semua luka terlihat,”
dan “Mulai hari ini, aku pilih jadi teman yang baik.”

Tepat pukul 07.00 WITA, kegiatan Jalan Sehat resmi dimulai. Kepala BPMP Provinsi NTB, Katman, S.Pd., M.A., mengangkat bendera sebagai tanda keberangkatan. Tepuk tangan, senyuman, dan semangat bergerak bersama memenuhi suasana pagi itu. Rute yang dipilih merupakan rute pendek dan ramah anak, menuju kawasan eks Bandara Selaparang.

Sepanjang perjalanan, terdengar yel-yel positif yang diucapkan bersama, seperti “Stop bullying, mulai peduli!” dan “Setiap anak berharga!”. Beberapa guru berjalan sambil menggandeng siswanya, membuktikan bahwa kebersamaan bisa sesederhana berjalan beriringan. Setibanya di titik akhir, kegiatan dilanjutkan dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti secara serentak oleh para peserta dan pengunjung di Hari Bebas Tanpa Kendaraan yang berlokasi di jalan udayana Kota Mataram. Gerakan ringan, musik ceria, dan tawa anak-anak menjadikan Teras Udayana pagi itu seperti panggung kegembiraan bersama.

Acara ditutup dengan hiburan sederhana namun bermakna: permainan interaktif, pembacaan pesan anak-anak, hingga ajakan untuk terus menyebarkan kebaikan dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Bukan hanya kegiatan olahraga, acara ini menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan disayangi. Sebuah momen kecil yang menyampaikan pesan besar bahwa kebaikan bisa dimulai dari langkah sederhana, senyuman, dan pilihan untuk tidak menyakiti.

Semoga kegiatan seperti ini terus tumbuh, tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi menjadi budaya: menjaga, melindungi, dan merayakan anak-anak sebagai masa depan.