Balai GTK NTB — Rangkaian kegiatan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi berakhir pada Selasa, 22 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung serentak di lima kabupaten/kota ini — Kabupaten Sumbawa Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kota Bima — ditutup dengan penuh semangat dan antusiasme para peserta yang telah mengikuti seluruh tahapan pelatihan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya BGTK NTB dalam meningkatkan kompetensi guru di bidang teknologi digital dan pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran. Melalui kegiatan ini, peserta dari berbagai jenjang pendidikan (SD, SMP, hingga SMA/SMK) dibimbing agar mampu mengintegrasikan teknologi coding dan AI ke dalam proses belajar mengajar.

Sumbawa Barat: Guru Semakin Kreatif dan Inovatif

Penutupan pelatihan di Kabupaten Sumbawa Barat berlangsung di SDN 5 Taliwang, dihadiri oleh Kabid GTK Dinas Pendidikan Sumbawa Barat, Lutpiah Ruswati, M.Pd., yang secara resmi menutup kegiatan. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi dedikasi para fasilitator dan peserta selama pelatihan.

“Terima kasih kepada Bapak/Ibu fasilitator dan seluruh peserta atas komitmen dan semangatnya. Mari kita terus hidupkan komunitas belajar yang telah terbentuk, jaga semangat, dan jadikan koding serta kecerdasan artifisial sebagai bagian dari pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak kita,” ujar Lutpiah.

Perwakilan BGTK NTB, Fauziyah Syahrawati, M.Ed., juga menyampaikan harapan agar Komunitas Belajar (Kombel) Koding dan Kecerdasan Artifisial yang telah terbentuk terus aktif sebagai wadah kolaborasi dan berbagi praktik baik antar guru.

Lombok Tengah: Sinergi Digitalisasi Pendidikan

Di SMPN 3 Praya, Kabupaten Lombok Tengah, kegiatan penutupan turut dihadiri oleh Kepala KCD Kabupaten Lombok Tengah, Syarif Hidayatullah, S.PdT., MM.. Pelatihan batch 1 ini terdiri atas tiga rangkaian kegiatan: IN-1 (16–20 Juli 2025), ON, dan IN-2 (20–22 Oktober 2025) dengan jumlah peserta 39 orang.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong para guru untuk menerapkan keterampilan digital yang diperoleh ke dalam pembelajaran di sekolah, serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan pembelajaran berbasis teknologi.

Lombok Timur: Kolaborasi dan Inovasi Berbasis AI

Sementara itu, di SMPN 1 Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, kegiatan penutupan dihadiri oleh Kasubag Umum BGTK NTB, Lale Srilastatun, MM, dan Kasi Bidang GTK, Faturrozi, S.Si. Dalam sambutannya, Lale menyampaikan apresiasi atas kelancaran kegiatan dan berharap hasil pelatihan dapat diimplementasikan di satuan pendidikan masing-masing.

“Dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang serba digital, kita sebagai guru dituntut untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Faturrozi menambahkan bahwa peningkatan kompetensi melalui program KKA menjadi langkah penting agar guru mampu bersaing dan berkontribusi positif di lingkungan pendidikan.

Kota Bima: Penguatan Kompetensi Guru di Era Digital

Kegiatan penutupan di SDN 39 Rabadompu Barat, Kota Bima, turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Dikpora Kota Bima, Abdul Haris Kurniawan, S.IP., MM. Peserta berjumlah 39 orang yang terdiri dari 28 guru jenjang SD dan SMP serta 11 guru SMA/SMK.

Dalam sambutannya, Haris menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang adaptif dan menarik bagi peserta didik.

Lombok Utara: Momentum Menuju Guru Tangguh dan Melek Teknologi

Penutupan pelatihan di SDN 8 Sokong, Kabupaten Lombok Utara, dihadiri oleh Kepala Dinas Dikbudpora KLU, Muhammad Najib, S.Pd., M.Pd. Dalam pesannya, Najib menyampaikan bahwa guru peserta pelatihan adalah orang-orang terpilih yang diharapkan menjadi pelopor penerapan teknologi digital di sekolah masing-masing.

“Melalui peningkatan kompetensi di bidang teknologi digital dan pengembangan pola pikir kritis serta etis dalam pemanfaatan AI, diharapkan hasil pelatihan ini dapat benar-benar diterapkan di sekolah,” ungkapnya.

Semangat Baru Menuju Pembelajaran Masa Depan

Secara keseluruhan, pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Batch 1 ini menjadi langkah konkret dalam mendukung transformasi digital pendidikan di NTB. Para guru peserta telah menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyerap materi dan berkomitmen menerapkannya di kelas.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa bersama di seluruh lokasi pelatihan, menandai berakhirnya perjalanan belajar selama lebih dari tiga bulan yang penuh kolaborasi, inovasi, dan semangat berbagi.

Dengan selesainya program ini, diharapkan semangat digital teaching terus tumbuh di kalangan guru NTB menuju pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan berorientasi masa depan.