Balai GTK NTB – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Integratif-Transformatif Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Skema Penganggaran APBN Tahun 2025 yang berlangsung pada 20 s.d. 29 September 2025. Kegiatan strategis ini menghadirkan 127 dari 129 guru terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTB, sementara 2 orang berhalangan hadir karena sakit. Hal ini menjadi bentuk komitmen dalam mempersiapkan calon pemimpin sekolah yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing.
Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat, diawali dengan ucapan selamat datang sekaligus pengantar kegiatan oleh Kepala BGTK NTB, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si.
Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya:
• Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. L. Hadrian Irfani, ST., M.Si.
• Gubernur NTB yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Ir. H. L. Hamdi, M.Si.
• Direktur KSPSTK Kemdikdasmen, Dr. Iwan Junaidi, M.Pd.
• Anggota Komisi V DPRD NTB
• Ketua Komisi II DPRD NTB
• Ketua DPRD Lombok Utara
• Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah
• Wakil Ketua DPRD Lombok Barat
• Kasubbag Umum BGTK NTB
• Ketua Tim Kerja BGTK NTB
Dalam sambutannya, Gubernur NTB melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Ir. H. L. Hamdi, M.Si., menegaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai motor penggerak dalam transformasi pendidikan di daerah.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. L. Hadrian Irfani, ST., M.Si., memberikan arahan terkait kebijakan pendidikan nasional serta harapan agar calon kepala sekolah yang mengikuti pelatihan ini mampu menghadirkan inovasi nyata di satuan pendidikan. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Direktur KSPSTK, Dr. Iwan Junaidi, M.Pd., yang dalam arahannya menekankan pentingnya kepemimpinan integratif dan transformatif dalam menjawab tantangan pendidikan di era global. Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan calon-calon kepala sekolah yang tidak hanya unggul dalam manajerial, tetapi juga memiliki visi transformatif dalam memajukan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
