BGTK NTB – Sebuah langkah nyata untuk membumikan budaya literasi kembali dilakukan di Nusa Tenggara Barat. Selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 29–31 Mei 2025, Balai Bahasa Provinsi NTB bekerja sama dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan Pemberdayaan Komunitas Penggerak Literasi (Peningkatan Kompetensi Membaca) yang diikuti oleh 90 peserta dari berbagai unsur pendidikan dan komunitas literasi.
Para peserta terdiri dari perwakilan komunitas penggerak literasi, Daerah Wisata Literasi (Dewisali), serta satuan pendidikan tingkat SD dan MI. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Balai GTK Provinsi NTB dan bertujuan membina serta meningkatkan kompetensi membaca, khususnya dalam hal penguatan manajemen komunitas literasi dan satuan pendidikan.
“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi tentang membangun peradaban berpikir. Komunitas penggerak literasi dan sekolah adalah garda terdepan perubahan ini,” ujar salah satu fasilitator kegiatan.
Masih banyak satuan pendidikan dan pegiat literasi yang mengalami kendala dalam mengembangkan literasi secara menyeluruh. Di antaranya adalah minimnya pemahaman tentang:
- Pengelolaan perpustakaan dan pojok baca
- Praktik baik literasi dasar
- Manajemen komunitas literasi
- Penyusunan program literasi yang berkelanjutan dan terukur
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga sharing praktik baik dari berbagai daerah. Diskusi interaktif, pelatihan teknis, hingga simulasi program menjadi bagian penting dalam memperkuat kapabilitas peserta.
Setelah kegiatan ini, komunitas dan sekolah penggerak literasi di NTB diharapkan memiliki visi dan pemahaman yang sama dalam:
- Menyusun program literasi berbasis kebutuhan lokal
- Meningkatkan minat baca siswa dan masyarakat
- Mengelola komunitas literasi secara profesional dan berkelanjutan
Dengan kegiatan rutin semacam ini, literasi di NTB bukan hanya menjadi gerakan musiman, tetapi menjadi kultur pendidikan yang hidup dan tumbuh di setiap sudut sekolah dan komunitas.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke seluruh kabupaten/kota di NTB, agar literasi bisa menjadi nafas setiap proses belajar-mengajar,” kata salah satu peserta dari Dewisali.
Balai GTK Provinsi NTB mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, serta komunitas belajar untuk bergabung dalam gerakan literasi. Karena masa depan pendidikan bukan hanya tentang angka, tapi tentang membentuk manusia yang berpikir, berdaya, dan berbudaya.
“Bersama Kita Gerakkan Literasi, Bangun Generasi Berdaya!”
