BGP NTB – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar upacara peringatan yang diikuti oleh seluruh pegawai dengan mengenakan pakaian adat sebagai bentuk pelestarian budaya. Kegiatan berlangsung khidmat di halaman utama kantor BGP NTB.

Dr. Wirman Kasmayadi, M.Si. bertindak sebagai Pembina upacara dan menyampaikan sejumlah agenda strategis, termasuk kunjungan dari Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M.Si di BGP Provinsi NTB. Dalam diskusi bersama kepala BGP NTB, Gubernur menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah reformasi pendidikan yang tengah digalakkan, salah satunya adalah perubahan nomenklatur lembaga menjadi Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (Balai GTK) Provinsi NTB.

Upacara pagi menjadi sarana untuk membangun semangat kebersamaan dan meningkatkan rasa memiliki terhadap budaya lokal. Keterlibatan seluruh pegawai menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai persatuan serta semangat kolaborasi dalam lingkungan kerja.

Perubahan nama menjadi Balai Guru dan Tenaga Kependidikan mencerminkan arah baru dalam pengembangan pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap dinamika zaman. Transformasi ini menandai upaya untuk mengakomodasi pendekatan pendidikan yang lebih komprehensif dan merata.

Peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi momen reflektif atas perjuangan emansipasi perempuan, tetapi juga penegasan kembali pentingnya akses terhadap pendidikan dan teknologi sebagai sarana pemberdayaan. Kartini masa kini diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam upaya menyiapkan generasi penerus, Kepala BGP NTB turut menekankan pentingnya integrasi keterampilan digital seperti pengkodean dan kecerdasan buatan (AI) ke dalam kurikulum pendidikan. Hal ini bertujuan untuk mendorong peserta didik menjadi inovator yang mampu bersaing di era digital.

Upacara peringatan Hari Kartini di BGP NTB menjadi cerminan sinergi antara pelestarian nilai-nilai budaya, reformasi pendidikan, dan pemberdayaan perempuan dalam rangka membangun sumber daya manusia unggul di Provinsi Nusa Tenggara Barat.