BALAI GTK NTB – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti kegiatan Forum Diskusi Terpumpun (FGD) bertajuk “Penguatan Ekosistem Pendidikan melalui Kolaborasi Peningkatan Kompetensi Literasi Guru PAUD” yang diselenggarakan di Hotel Prime Park, Mataram, Sabtu (13/6). Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan pendidikan dalam upaya memperkuat kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), khususnya melalui peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidik serta penguatan budaya literasi sejak usia dini.

Forum dihadiri oleh Bunda PAUD Provinsi NTB, Kepala BGTK NTB, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTB, Kepala Balai Bahasa NTB, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan di Provinsi NTB.

Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi NTB. Laporan tersebut diwakili oleh Ketua Pokja sekaligus Koordinator Peningkatan Kualitas dan Kompetensi Guru PAUD, Katman. Dalam laporannya, disampaikan berbagai capaian, tantangan, dan kebutuhan yang masih dihadapi dalam upaya peningkatan mutu pendidik PAUD di daerah.

Selanjutnya, sesi sambutan dan pemaparan inovasi disampaikan oleh Jamaluddin yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang mendukung peningkatan literasi anak sejak usia dini.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Syamsul Hadi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor utama dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kapasitas pendidik PAUD agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan perkembangan anak.

Agenda berikutnya diisi oleh Bunda PAUD Provinsi NTB, Sinta Agathia Soedjoko yang menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi dan kualifikasi pendidik PAUD. Ia menekankan bahwa pendidik PAUD memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kemampuan literasi, serta kesiapan belajar anak sejak dini. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidik harus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program pengembangan kapasitas, pendampingan, serta dukungan kebijakan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Kepala BGTK NTB, Wirman Kasmayadi, menyampaikan materi mengenai kebijakan kualifikasi dan kompetensi pendidik. Ia menjelaskan berbagai arah kebijakan pemerintah dalam penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, termasuk strategi peningkatan kompetensi yang berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.

Memasuki sesi diskusi, peserta dibagi ke dalam dua kelompok kerja. Kelompok pertama membahas isu terkait pemenuhan dan peningkatan kualifikasi pendidik PAUD, sedangkan kelompok kedua membahas peningkatan kompetensi melalui pelatihan pengembangan mutu (PM) serta program pendidikan dan pelatihan berjenjang. Dalam diskusi kelompok tersebut, peserta secara intensif membahas tiga isu utama yang menjadi tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia PAUD. Setiap kelompok mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi, merumuskan solusi yang dapat diterapkan, serta memetakan peran strategis masing-masing instansi yang hadir untuk mendukung implementasi program secara berkelanjutan.

Berbagai masukan dan rekomendasi yang muncul dalam diskusi kemudian dipresentasikan dalam sidang pleno. Pada sesi ini, masing-masing kelompok menyampaikan hasil pembahasan yang mencakup tantangan, alternatif solusi, serta bentuk kolaborasi yang dapat dibangun antarinstansi guna memperkuat ekosistem pendidikan dan meningkatkan kompetensi literasi pendidik PAUD di Provinsi NTB.

Melalui forum diskusi terpumpun ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dan langkah konkret seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidik PAUD, sehingga mampu mendukung terciptanya layanan pendidikan anak usia dini yang bermutu, inklusif, dan berorientasi pada penguatan literasi sejak dini.