Balai GTK NTB Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Kompetensi Guru Bimbingan Konseling untuk Fasilitator Daerah Tahap 3 Tahun 2025 yang berlangsung pada 20–23 September 2025 di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu 7 Jurus BK Hebat, dilanjutkan laporan kegiatan sekaligus sambutan selamat datang oleh Kepala BGTK NTB, Dr. Wirman Kasmayadi, M.Si. Ia menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara guru BK dengan wali kelas agar peserta didik siap menghadapi tantangan masa depan. Hingga tahap ketiga ini, total guru BK yang telah mengikuti pelatihan mencapai 450 orang, dengan 150 peserta pada tahap ketiga.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur KSPS TK Kemdikbud, Ketua Komisi X DPR RI, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTB, Kasubag Umum BGTK NTB, serta Ketua Komisi V DPRD tingkat I dan II.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTB, L. Hamdi, M.Si, menekankan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dari peningkatan profesionalisme guru. “Siapa yang tidak mampu berinovasi akan tertinggal. Kami akan terus mendorong guru untuk melahirkan inovasi, baik dalam pembelajaran maupun bidang pendidikan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur KSPS TK Kemendikdasmen, Dr. Iwan Junaidi, M.Pd, menyampaikan bahwa guru BK memiliki peran strategis dalam mendengarkan, mendampingi, serta membantu menyelesaikan problematika anak didik. Ia berharap hasil pelatihan ini dapat ditularkan ke guru lain di daerah. “Kolaborasi semua institusi sangat dibutuhkan untuk kemajuan pendidikan di NTB,” tegasnya.

Ketua Komisi X DPR RI, H.L. Hadrian Irpan, ST, M.Si, menambahkan bahwa program 7 Kebiasaan Anak Hebat dan 7 Jurus BK Hebat merupakan inovasi penting Kemdikbud untuk mengatasi tantangan degradasi moral di era modern. Ia mendorong guru-guru di NTB untuk terus meningkatkan kompetensi, bahkan hingga jenjang pendidikan S3. “Guru BK adalah garda terdepan dalam memfilter pengaruh negatif zaman sekaligus penjaga moral siswa. Keberhasilan generasi penerus adalah keberhasilan bapak ibu guru,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir para fasilitator handal yang mampu memperkuat layanan bimbingan konseling di sekolah, serta mendorong peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.