{"id":987512379,"date":"2026-01-30T10:26:09","date_gmt":"2026-01-30T02:26:09","guid":{"rendered":"https:\/\/bgtkntb.kemendikdasmen.go.id\/?p=987512379"},"modified":"2026-02-10T10:24:26","modified_gmt":"2026-02-10T02:24:26","slug":"kemendikdasmen-tegaskan-dukungan-penuh-program-sekolah-rakyat-presiden-keberanian-negara-mengubah-nasib-anak-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bgtkntb.kemendikdasmen.go.id\/?p=987512379","title":{"rendered":"Kemendikdasmen Tegaskan Dukungan Penuh Program Sekolah Rakyat, Presiden: Keberanian Negara Mengubah Nasib Anak Bangsa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #0000ff;\">BGTK NTB<\/span>, Jakarta, 28 Januari 2026<\/strong> &#8211; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini dinilai sebagai langkah strategis negara dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi instrumen penting dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bentuk keberanian negara dalam mengambil keputusan besar demi kepentingan rakyat. Menurut Presiden, sekolah berasrama ini diperuntukkan bagi anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan dan berasal dari latar belakang keluarga tertinggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSekolah berasrama untuk mereka-mereka yang mungkin tidak punya harapan, mereka yang dari keluarga yang kondisinya tertinggal,\u201d ujar Presiden di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan,Senin,12 Januari 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu\u2019ti menyampaikan bahwa Kemendikdasmen mendukung penuh Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) Presiden melalui berbagai aspek, khususnya dalam bidang akademik. Dukungan tersebut meliputi penyusunan kurikulum, penyediaan materi pembelajaran, serta penyiapan skema penugasan guru agar pelaksanaan Sekolah Rakyat dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Abdul Mu\u2019ti, Sekolah Rakyat telah diselenggarakan sesuai dengan kurikulum yang disiapkan pemerintah dan dirancang untuk menjawab kebutuhan peserta didik yang beragam. Ia menegaskan bahwa program ini memberikan manfaat besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya terputus dari layanan pendidikan formal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBisa kita lihat bagaimana Sekolah Rakyat terselenggara dengan baik dan \u00a0benar-benar memberi manfaat besar bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain aspek kurikulum, Kemendikdasmen juga memberikan perhatian serius pada penyiapan dan pemenuhan tenaga pendidik. Abdul Mu\u2019ti menjelaskan bahwa para guru yang bertugas di Sekolah Rakyat dibekali pelatihan khusus untuk mendukung penerapan kurikulum multi-entry dan multi-exit, yaitu pendekatan pembelajaran yang fleksibel sesuai dengan latar belakang dan kebutuhan siswa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendekatan tersebut memungkinkan siswa untuk masuk dan keluar dari sistem pendidikan secara lebih adaptif, sehingga anak-anak yang sebelumnya putus sekolah dapat kembali melanjutkan pendidikan tanpa harus mengikuti pola pembelajaran konvensional yang kaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemendikdasmen bersama Kementerian Sosial juga memperkuat kapasitas kepala sekolah dan guru melalui program pelatihan terpadu. Para kepala sekolah telah mengikuti pembekalan khusus untuk memastikan manajemen sekolah berjalan efektif, sementara sebagian besar guru yang direkrut merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sesuai standar nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menteri Mu\u2019ti menegaskan bahwa Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri secara optimal. Sekolah ini tidak hanya memberikan akses pendidikan formal, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan, dan daya saing peserta didik agar siap menghadapi tantangan masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program Sekolah Rakyat dirancang khusus bagi anak-anak yang sempat terputus dari layanan pendidikan formal, termasuk anak-anak dari keluarga miskin, kelompok rentan, serta wilayah tertinggal. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh hak atas pendidikan yang layak, inklusif, dan berkualitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemendikdasmen bersama kementerian dan lembaga terkait juga memastikan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan sejalan dengan sistem pendidikan nasional. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, penguatan kebijakan, serta peningkatan mutu pembelajaran agar program ini dapat berkelanjutan dalam jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui berbagai upaya tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Pemerintah optimistis bahwa program ini dapat menciptakan mobilitas sosial bagi masyarakat miskin dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BGTK NTB, Jakarta, 28 Januari 2026 &#8211; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini dinilai sebagai langkah strategis negara dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi instrumen penting dalam upaya pengentasan kemiskinan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":987512380,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-987512379","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bgtkntb.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/987512379","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bgtkntb.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bgtkntb.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bgtkntb.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bgtkntb.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=987512379"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bgtkntb.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/987512379\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":987512381,"href":"https:\/\/bgtkntb.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/987512379\/revisions\/987512381"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bgtkntb.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/987512380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bgtkntb.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=987512379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bgtkntb.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=987512379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bgtkntb.kemendikdasmen.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=987512379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}